Total Tayangan Halaman

Pages

Text Widget

Text Widget

Categories

Sabtu, 08 Agustus 2015

Physical Illnesses

Sudah cukup lama saya jarang membuka dan mengisi blog ini. Hari ini saya akan membahas tentang penyakit mental, gangguan jiwa atau bisa dibilang physical illnesses. Banyak yang bilang kalau penyakit yang berbahaya itu seperti kanker, jantung coroner dan banyak lagi penyakit lainnya. Menurut saya pribadi salah satu penyakit yang sebenarnya sangat berbahaya adalah penyakit jiwa. Mengapa? Penyakit jiwa ini agak rumit, untuk mendeteksinya saja cukup sulit karena orang yang nampaknya sehat dan baik-baik saja bisa saja justru mengidap penyakit ini. Selain sulit dideteksi, penyakit gangguan jiwa ini bukan hanya berbahaya bagi orang yang mengidapnya tetapi juga bisa membahayakan orang lain. Misalnya saja penyakit Dissosiative Identity Disorder (DID) penyakit kepribadian ganda ini bisa menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang tidak dia sadari seperti melakukan tindak kriminal bahkan tindak kekerasan dan pembunuhan. Bipolar Disorder adalah saat seseorang memiliki kecenderungan mengalami perubahan perasaan secara drastis dimana terjadi fase up dan fase down. Salah satu penyanyi yang terkenal dengan banyak lagunya yang menjadi hits yakni Demi Lovato juga mengalami bipolar disorder. Saat mengalami fase up seseorang yang mengalami bipolar akan memiliki suasana hati yang sangat baik dan membuat mereka memiliki semangat kerja yang sangat luar biasa seperti yang terjadi pada Demi yang mampu menyelesaikan tujuh lagu dalam semalam. Sedangkan saat terjadi pada fase down penderita bipolar akan kehilangan kepercayaan diri bahkan kehilangan nafsu makannya. Selain itu ada juga Schizophrenia, penderita penyakit ini mengalami halusinasi dan delusi. Halusinasi sendiri berarti melihat hal-hal yang sebenarnya tidak nyata sedangkan delusi artinya memercayai sesuatu yang tidak benar/nyata. Masih ada banyak lagi gangguan jiwa yang masih belum saya bahas dan intinya semua penyakit jiwa ini bisa disembuhkan dengan pengobatan medis dan juga dukungan dari orang-orang disekitar penderita dan yang paling penting adalah kemauan dari penderita untuk sembuh. Buat para pembaca, kita harus lebih peka dan perhatian lagi dengan orang-orang disekitar kita jangan sampai disekitar kita ada juga orang yang mengalami gangguan jiwa jadi kita harus memberi dorongan dan dukungan untuk mereka atau mungkin saja kita sendiri tidak sadar kita juga mengalami gangguan jiwa yang saya singgung maupun belum saya singgung di atas. Hehehehhheheee.. So mari kita sama-sama menjaga diri kita dan orang disekitar kita dengan menjaga pola hidup dengan istirahat dan makanan yang sehat serta menghindari stress berat, jangan memendam kesedihan dan amarah secara berlebihan ada baiknya kita membicarakannya dengan orang terdekat kita. Di tulisan saya selanjutnya insha Allah saya akan membahas secara lebih mendalam dari beberapa gangguan jiwa ini.

Kamis, 31 Oktober 2013

The Slippers verse 1 & 2



The Slippers of Buffalo Skin Verse 1
Once, in a time long past, there were a pair of slippers made of buffalo skin belonging to a prince. When took them off, he put them on a rack in the kitchen. Mice stared and wished to eat them.
The Slippers were no ordinary because they can spoke to another. They asked to become mice because they were afraid that they might be dined by the mice and their wish granted. But after that they wanted become cats because they felt unsafe for the present of the cats. They sent up prayer to become dogs because when their paws outside the house they were set upon by dogs.
When they beaten with the rice stampers and chased away by the villager they wish to become human beings. But they were felt dissatisfaction because when they become human they were to perform a variety task from village chief, so they wished to become courtiers and their wish granted. They were even awakened from a deep sleep to perform some duty or other for His Majesty. So they wanted become a Prince and Princess but they were not at peace with their enemies. And the end they wished become God, their wished weren’t granted but they became slippers again.


The Slippers of Buffalo Skin Verse 2
Once, in a time long past, there were a pair of slippers made of buffalo skin belonging to a prince. When took them off, he put them on a rack in the kitchen. Mice stared and wished to eat them, so the Slippers asked to become mice.
After that they felt unsafe with cats so they asked become cats. They request to become dogs because they were afraid by dogs. The newly created dogs were beaten with the rice stampers and chased away by the villager they wished to become human beings. But they were felt dissatisfaction because they were to perform a variety task from village chief. Then they wished to become courtiers and their wish granted. They were even awakened from a deep sleep to perform some duty or other for His Majesty. So they wanted become a Prince and Princess but they were not at peace with attacked from their enemies. And the end they wished become God so they were have all-powerful but their wish weren’t granted at the very moment they were became Slippers again as when the story began.


Book of Love Stories (1)




Akhirnya ujian nasional telah berakhir Adelia merasa seluruh beban dipundak sudah berkurang tapi tetap saja ia masih was-was dengan hasil ujiannya nanti. Seperti remaja lainnya yang stress menunggu hasil penentuan kelulusan hal tersebut juga dialami oleh Adelia makanya orang tua Adelia menyarankan anaknya untuk berlibur. Hal itu setujui oleh Adelia dan akhirnya dia memilih Lombok sebagai destinasi liburannya kali ini.
                Malam ini Adelia sibuk mengepak pakaian dan barang-barang yang akan di bawanya ke Lombok, kali ini Adelia sedikit lebih rempong karena ini merupakan liburan pertamanya tanpa ditemani oleh teman ataupun keluarga. Mungkin karena terlalu lelah mengepak makanya Adelia tertidur di dekat meja riasnya.
                Saat itu Adelia bermimpi. Ia bermimpi berada di sebuah pantai lalu tiba-tiba hujan mengguyur akhirnya dia berteduh di bawah sebuah pohon tak jauh dari bibir pantai lalu tiba-tiba ada seorang pria yang menghampirinya. Pria tersebut terlihat tinggi namun karena langit yang gelap Adelia tidak bisa melihat wajah pria tersebut. Pria lalu berbalik menoleh kearah Adelia dan berkata
“ Adelia.. kelihatannya hujannya akan sedikit lama.”
“Hoo.. iyaaa kayanya hujannya memang akan lama dech!”jawab Adelia.
Belum sempat menanyakan nama pria misterius tersebut  tiba-tiba saja Adelia mendengar suara mamanya. Adelia pun terbangun dari mimpinya ketika mamanya membangunkan Adelia agar ia pindah ke tempat tidur.
                Di tempat tidur Adelia teringat dengan pria misterius yang hadir dalam mimpinya. Keesokan harinya Adelia diantar oleh papa dan mamanya ke bandara, sebenarnya mama Adelia tidak segan membiarkan anaknya liburan sendirian tapi karena papa Adel banyak kerjaan jadi mamanya tidak bisa ikut. Sebelum masuk pesawat Adel sempat mengirim pesan ke kedua sahabatnya yaitu Andry dan Ghea.
                Setibanya di Lombok Adel tidak menyia-nyiakan waktu dan langsung saja pergi ke pantai.
“ Waahh pantainya keren banget, gak salah kalau aku pilih liburan di Lombok.”
                Ponsel Adel tiba-tiba berdering ternyata itu telepon dari Andry.
“ Dell tega banget loe gak ngajak gue liburan ke Lombok kan gue juga pengen.” Ucap Andry
“ Sorry..sorry ini gue juga liburannya dadakan”. Jawab Adelia
Tiba-tiba Ghea nyeletuk dari belakang Andry “ Iyaa del loe gak asik banget dech”.
“Tunggu dulu dech bukannya kalian berdua juga ada rencana liburan masing-masing kok sekarang malah mojokin aku sich”. Kata Adelia
“Hehehehee.. iya juga sich tapi tetap aja dong loe basa-basi aja kek ngajak kita”. Kata Ghea
“ Udahhh BTW gimana dengan Lombok? Keren gak? “ Tanya Andry
“ Sumpah keren banget .. kapan-kapan kita liburan ke sini bareng-bareng .. gimana?”. Ujar Adelia
“Okee..okee udah dulu ya Del pulsa gue udah mau habis.. Byee”.
                Setelah senja tiba Adelia pun kembali ke hotel. Sudah 4 hari Adelia tinggal di Lombok dan tepat pada hari ke 8 Adelia sudah harus pulang ke Bandung. Hari ini Adelia memilih untuk menghabiskan sisa liburannya hanya dengan menikmati keindahan pantai. Ia berjalan-jalan di sekitar pantai lalu tiba-tiba saja hujan mengguyur, dia pun berteduh di sebuah pohon yang cukup besar tak jauh dari bibir pantai. Tiba-tiba saja muncul seorang pria yang ikut berteduh tepat disebelah pantai.
“ Hujannya deras juga yach!” Kata si pria itu
“ Iyaa hujannya deras”. Jawab Adelia
“ Nama kamu siapa?” Tanya si pria
“ Nama aku Adelia, kalau nama kamu?”
“ Nama aku Bryan.. Kamu tinggal di Lombok yah?” Tanya Bryan
“ Gak kok aku tinggal di Bandung, cuman liburan aja di sini, kalau kamu sendiri?”
“ Aku cuman ke Lombok karena ada urusan pekerjaan. Kamu udah ke mana aja di daerah sini?”  Tanya Bryan
“ Aku udah ke Pantai Senggigi, Pantai Surga, Tete Batu, Taman Mayura dan sekarang di Pantai Pink”. Jawab Adelia
“ Kamu mau gak aku ajak ke tempat yang seru yang beda dari tempat-tempat yang kamu udah datangi di Lombok ?” Tanya Bryan
“ Kamu mau gitu jadi tur guide aku?”. Jawab Adelia
“ Iyaaapp tapi ini gak gratisan loch”. Ucap Bryan
“ Kamu dibayar berapa?”. Tanya Adelia
“Memangnya kamu berani bayar berapa?” jawab Bryan.
“ Yaaahh berapa yach “
“ aku gak butuh uang kok mending kamu bayar aku dengan ngasih nomer ponsel kamu?” Ucap Bryan
“ aku gak bisa ngasih kamu nomer ponsel aku gitu aja apalagi kitakan baru kenal”. Jawab Adelia
“ Gak sekarang kok nanti kalau kamu udah mau pulang ke Bandung baru kamu ngasih ke aku”. Kata Bryan
“ Okee aku stuju” jawab Adelia
                Setelah hujan reda Adelia kembali ke hotel dan sesuai janjinya besok Bryan akan mengajak Adel untuk jalan-jalan. Selama 4 hari Adelia jalan bareng dengan Bryan. Adelia sangat senang karena Bryan memperlakukannya dengan sagat baik misalnya saja Bryan  memberikan jaketnya pada Adelia ketika Adel merasa kedinginan, saat Bryan membantu Adel merapikan rambutnya yang berantakan diterpa angin dan saat Adelia terserang flu Bryan dengan penuh perhatian merawat Adelia sampai-sampai dia menginap di hotel dan tidur di sofa agar dia bisa merawat Adel. Dan di hari terkahir di Lombok Bryan mengantar Adelia ke bandara.
“ Kamu ingatkan sama janji kamu yang dulu ?” Tanya Bryan
“ Janji yang mana?”. Kata Adelia
“ Yahhh masa kamu lupa.. kan kamu janji mau ngasih aku nomer ponsel kamu tepat saat kamu akan pulang ke Bandung”. Jawab Bryan
“ Ohhh itu “
                Adelia memberikan secari kertas yang di dalamnya berisi nomer ponsel dan alamatnya di Bandung. Dan saat Adel akan masuk ke dalam tiba-tiba saja Bryan menarik tangan Adelia lalu memeluknya dengan erat.
“ Aku sayang sama kamu Adelia sejak pertama kali aku melihat kamu, aku cinta sama kamu”.
                Adelia sangat terkejut dan sempat menitihkan air mata.
“ Jujur aku nyaman sama kamu tapi aku belum yakin kalau ini itu cinta.. Aku juga takut kalau kita ini hanya terbawa suasana karena selalu jalan bareng dan bukannya cinta”.
“ Aku yakin sama perasaan aku ke kamu tapi kalau kamu memang belum yakin dengan perasaan kamu sendiri aku akan ngasih kamu waktu”. Ucap Bryan
“ Kita berdua harus janji kalau kita yakin dengan perasaan kita masing-masing kita ketemu kembali di sini 2 minggu lagi di pohon tempat kita bertemu dulu tepat pukul 8 malam tapi kalau salah satu diantara kita tidak datang itu artinya orang itu memang tidak yakin terhadap perasaannya sendiri.. Kamu mau Janji ?” Tanya Adelia
“ Aku janji.. Aku pasti akan menunggu kamu di bawah pohon itu”. Jawab Bryan
                Adeliapun kembali ke Bandung. Adelia menandai kalender tepat tanggal 23 Juni tepat pada hari Adelia dan Bryan akan saling megetahui perasaan mereka masing-masing. Selama seminggu dia selalu teringat dengan Bryan, Adelia ingin bercerita tentang perasaanya ini pada sahabatnya tapi mereka sedang liburan dan besok mereka baru akan pulang.
Keesokan paginya Adelia dan dua sahabat yaitu dan Andry dan Ghea janji untuk ketemuan di salah satu café favorite mereka. Mereka saling bertukar pengalaman liburan mereka dan Adelia pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya di Lombok termasuk dengan pertemuannya dengan Bryan.
“ Kita berdua udah janji bakal ketemuan lagi kalau kita udah yakin dengan perasaan kita masing-masing tepat tanggal 23 Juni tepat jam 8 malam di Pantai Pink tempat kita berdua pertama kali ketemu”. Ucap Adelia
“ Kalian berdua so sweet banget sich Del.. “ Ujar Ghea
“ Terus sekarang kamu udah yakin sama perasaan kamu Del” Tanya Andry
“ Aku bingung Ry selama seminggu ini aku selalu keinget sama dia, rasanya dada aku sesak karena tidak bisa melihat dia, setiap hari rasanya waktu berjalan dengan sangat lama apa ini bukti kalau aku cinta sama dia?” Ucap Adelia.
“ Itu artinya kamu beneran sayang dan cinta sama dia Del, kamu harus yakinin diri kamu kalau kamu itu bener-bener cinta sama Bryan”. Jawab Andry
“ Iyaaa Del nanti tanggal 23 kamu beneran harus datang” tegas Ghea.
                Setelah bercengkrama selama 3 jam mereka semua pun pulang. Di rumah Adelia sedang duduk di balkon lalu terbayang wajah Bryan di dalam hati Adelia meyakinkan dirinya bahwa dia benar-benar cinta dengan Adelia. Tiba-tiba saja ponsel Adelia berdering ternyata itu adalah pesan dari Bryan
“ (Ada gambar sebuah pohon) Aku tunggu kamu di bawah pohon ini Adelia”. Itu adalah isi pesan dari Bryan. Adelia sangat tidak sabar menunggu saat itu.
                Tepat 2 hari sebelum keberangkatan Adelia ke Lombok,  Andry dan Ghea sangat sibuk memilih pakaian yang akan dikenakan oleh Adelia untuk bertemu dengan Bryan. Adelia benar-benar berusaha untuk tampil secantik mungkin.
                Akhirnya Adelia sampai di Lombok di hotel dia berdandan secantik mungkin untuk nanti malam. Dia memakai gaun berwarna biru dengan rambut yang di urai. Tepat pukul 8 malam Adelia datang di bawah pohon itu lalu teringat akan kenangan bersama Bryan.
“ Kok Bryan blum datang yah apa dia terlambat?”. Tanya Adelia dalam hatinya
                Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi belum ada tanda kehadiran dari Bryan. Adelia pun menitihkan  air mata ia sangat sedih dan kecewa karena Bryan tidak datang.
“ Jadi ternyata Bryan Cuma mainin perasaan aku.. Dia udah ngebuat aku jatuh cinta sama dia dan sekarang aku merasa sangat sakit dengan semua ini”.
                Keesokan harinya Adelia langsung kembali ke Bandung. Setiap hari Adelia selalu terlihat sedih dan tak bersemangat kedua orang tuanya pun sangat khawatir dengan kondisi Adelia. Kedua sahabat Adelia setiap hari datang ke rumah Adelia untuk menghibur Adelia yang sudah patah hati karena Bryan.
                Pengumuman kelulusan di sekolah Adelia pun tiba. Adelia dan sahabatnya berhasil lulus dan Adelia berhasil mendapat nilai yang sangat baik pada setiap mata pelajarannya. Orang tua Adelia dari dulu menginginkan Adelia kuliah di luar negeri sama seperti kakaknya apalagi orang tua Adelia memang akan segera meninggalkan Indonesia karena mereka tengah mengembangkan bisnis di luar negeri yaitu itu di London, England. Adeliapun setuju untuk kuliah di London hal itu dilakukannya agar ia bisa lebih mudah melupakan Bryan.
                Hari demi hari di lalui Adelia di London, setiap hari Adel dan sahabatnya saling mengabari satu sama lain. Ghea setiap harinya selalu menceritakan hubungannya dengan beberapa pria. Dan setiap putus cinta Ghea pasti mengajak Adelia untuk ngeskyp dan saat itu dia akan mengeluh karena Adelia tidak ada di Indonesia dan betapa sebalnya Ghea terhadap Andry yang tidak bisa mengerti atau menghibur setiap Ghea putus dengan pacarnya.
                3 tahun kemudian kakak Adelia ada urusan bisnis dan Adelia pun ikut ke Indonesia. Kakak Adelia datang ke Lombok untuk meninjau hotel yang telah di bangunnya. Adelia mengajak kedua sahabatnya untuk bertemu sekalian untuk melepas rasa kangen mereka.
                Andry dan Ghea datang ke Lombok, saat bertemu dengan Adelia mereka sangat gembira.
“ Adel…………….. kita kangen banget tahu sama kamu”. Teriak Ghea
“ Seriously?? I miss you too guys”. Jawab Adelia
“ Cieee yang udah jadi bule nich, kamu tambah cantik aja deh Del “. Ujar Andry
“ Hahahaa.. Makasih..makasih..makasih”. Jawab Adelia sambil tertawa geli.
                Mereka bertiga berjalan-jalan di sekitar pantai
“ Waahh pantai di sini memang keren banget yach, bagus buat jadi objek foto”. Kata Andry
“ Ohhh iya Andry udah jadi photographer professional nich sampai-sampai dapat tawaran kerja keluar negeri!”. Ucap Adelia
“ Haaa masa ?? Kok aku gak tahu yach??” Tanya Ghea
“ Hehehee.. Aku belum nerima tawaran itu sih aku masih mau pikir-pikir dulu. Tapi kamu tahu dari mana?”. Tanya Andry
“ Ohhh di London aku punya temen yang jago dalam bidang photography terus dia kerja di salah satu perusahaan advertising. Dia itu kepala bagian gitu, terus dia sempat ngasih liat aku daftar photographer yang bakal direkrut oleh perusahaan mereka dan di daftar itu ada nama Andry dan biodata lengkap plus foto-foto hasil jepretan Andry”.
“ Ohhh tapi kamu tega banget sih Andry gak ngasih tahu aku kalau kamu juga bakal kerja ke luar negeri. Nanti kalian berdua bakal tinggal di luar negeri dan ninggalian aku sendirian di sini” Ujar Ghea.
“ Kan aku belum nyetujuin buat kerja di luar negeri Ghea “.
                Andy menjawabnya dengan nada yang sedikit kesal.
“ HUmmm paling nanti kamu bakal nerima tuh tawaran.” Jawab Ghea
                Di dekat pantai terlihat kakak Adelia yaitu Arial sedang berdiri dengan beberapa karyawan. Lalu Adelia menghampiri Arial lalu menarik lengan baju Arial dengan manja. Sang kakak mengerti betul maksud Adelia menarik lengan bajunya yang artinya Adelia meminta perhatiaan dan memintanya untuk berhenti bekerja.
                Akhirnya Adelia menganalkan kakaknya itu pada kedua sahabatnya. Mereka bertiga memang  telah 3 tahun bersahabat namun Andry dan Ghea belum pernah bertemu secara langsung dengan Arial karena sudah lama Arial sekolah di luar negeri.
“ Ternyata kak Arial lebih ganteng daripada yang di foto yach”. Bisik Ghea ke Andry
                Andry hanya tersenyum simpul. Memang sudah biasa ia mendengar kata seperti itu dari Ghea karena setiap bertemu dengan pria ganteng pasti Ghea akan bilang pada Andry maupun Adelia.
                Mereka berempat makan siang di pinggir pantai. Lalu setelah itu mereka berkeliling di sekitar pantai Senggigi. Di sana Adelia tidak sengaja berpapasan dengan Bryan, pria yang selama ini dia kubur di dalam hatinya yang terdalam. Bryan hanya tersenyum melihat Adelia. Adelia sedikit syok dan ketika kembali ke hotel dia menceritakannya pada Ghea dan Andry.
“ Tadi aku ketemu sama Bryan di pantai” Ujar Adelia
“ Apa?? Si cowok nyebelin itu?” Kata Ghea.
“ Terus?” Tanya Andry
“ Dia tuh cuman senyum aja ke aku “ jawab Adelia
“ Ihhh tuch cowok parah banget setidaknya dia seharusnya nyapa kamu, masa cuman senyum gitu aja kaya orang yang gak saling kenal aja.. Biar hubungan kalian berakhir dengan tidak menyenangkan seharusnya dia tetap menyapa kamu”. Jawab Ghea dengan nada sebal
“ Huuusssstt udah jangan dibahas lagi mending kita istirahat, besok kan kita mau jalan-jalan lagi”. Kata Andry
                Keesokan harinya Adelia dan sehabatnya ke pantai Pink di sana lagi-lagi ada Bryan namun kali ini Byan menghampiri Adelia dan mengajaknya berkenalan. Adelia dan kedua sahabatnya sama-sama terkejut. Namun karena merasa masih terluka dengan Bryan, Adelia hanya mengacuhkan Bryan dan pergi menjauh.
“ Adeliaa tunggu kita dong “ teriak Ghea
“ Ohhh nama gadis itu Adelia, nama yang indah tapi kenapa hati aku rasanya berdebar yach melihat gadis itu?” Bisik Bryan dalam hatinya.
                Adelia dan kedua sahabatnya kembali ke hotel untuk makan siang.
“ Adel kamu baik-baik aja kan ?” Tanya Andry
“ Gimana mau baik toch tadi Bryan pura-pura gak kenal sama Adelia “ celetuk Ghea
“ Sstttttt kamu jangan manas-manasin suasana gitu dong” bisik Andry ke Ghea.
“ MAAF dech” kata Ghea.
“ Udah Del kamu jangan kepikiran hal yang tadi lagi, mending kita makan aja”.
                Malam harinya Adelia duduk di dekat kolam renang lalu Arial menghampirinya.
“ Kamu kenapa Del kok sedih gitu?” Tanya Arial
“ Gak kok aku cuman lagi badmood aja.” Jawab Adelia
“ Badmood karena apa? “ Tanya Arial
“ Abis tadi oppa *panggilan sayang Adelia untuk Arial yang dalam bahasa korea artinya kakak* gak nemenin aku jalan-jalan malah sibuk kerja”. Jawab Adelia yang sebenarnya sedang sedih karena mengingat Bryan.
“ Okeee maafin oppa kamu ini dong kasi kakak waktu 3 hari untuk nyelesaiin kerjaan dan setelah itu kakak janji bakal nemenin kamu ke mana aja kamu mau” kata Arial sambil tersenyum.
                Karena udara yang terlalu dingin Arial membuka jas yang dikenakannya dan memasangkannya pada Adelia. Arial menemani adiknya itu sampai akhirnya Adelia merasa mengantuk dan masuk ke kamarnya.
                Keesokan harinya Adelia berjalan-jalan sendiri ke pantai tempat pohon di mana ia pertama kali bertemu Bryan yaitu di Pantai Pink. Saat dalam perjalanan pulang ke hotel Adelia bertemu dengan Bryan saat itu Bryan sedang mengamati Adelia.
                Sorenya Adelia dan kedua sahabatnya pergi ke salah satu restoran yang cukup terkenal di Lombok. Di sana Adelia teringat saat Bryan mengajaknya makan di restoran tersebut.
                Keesokan harinya lagi-lagi Adelia ke pohon tempat ia bertemu dengan Bryan dan lagi-lagi saat akan pulang dia bertemu dengan Bryan. Begitu juga dengan hari berikutnya ketika Adelia akan pulang setelah berkunjung ke pohon kenangannya, dia bertemu lagi dengan Bryan. Dan lagi-lagi Adelia berusaha menghindar setiap saat Bryan mau menghampirinya.
                Bryan semakin penasaran dengan Adelia ditambah lagi perasaan yang muncul di hati Bryan setiap saat bertemu dengan Adelia. Dada Bryan terasa sesak dan jantungnya berdegup kencang setiap ada Adelia. Karena penasaran akhirnya Bryan sejak pagi menunggu di tempat ia sering bertemu dengan Adelia saat Adel akan pulang ke hotel.
                Pagi itu memang benar Adelia datang tapi kali ini dia ditemani Arial. Ternyata Arial sudah mengetahui smua yang dialami oleh adiknya, makanya ia menemani Adelia untuk pergi ke pohon kenangan Adelia. Dari belakang Bryan mengikuti mereka berdua sampai akhirnya Adelia dan Arial berada di bawah pohon kenangan. Karena melihat Adelia akan menangis maka Arial memeluk Adel dengan erat dan saat melihat itu Bryan melihat semuanya. Dan Bryan menyimpulkan bahwa Arial itu pacar Adelia, dan saat itu tiba-tiba saja kepala Bryan sangat sakit. Iapun berusaha untuk pulang ke penginapannya dan akhirnya dia pingsan, beruntung ada seseorang yang menemukannya dan menelepon Wilda dan Bryanpun dibawa ke rumah sakit.
                Sudah 4 hari Bryan tak sadarkan diri, menurut dokter karena goncangan yang berat pada ingatan Bryan mungkin ini adalah tahap dimana Bryan akan mengingat memori yang sempat hilang dari ingatan Bryan. Tiba-tiba pada malam harinya Bryan mengigau
“Adel…Adeliaa tunggu aku”.
                Wilda yang mendengar Bryan memanggil-manggil nama Adelia yakin bahwa Adelia pasti bisa membantu Bryan untuk bisa sadar dari komanya. Wildapun membuka ponsel Bryan dan mencari nama Adelia dan benar saja ia menemukan nomer Adelia dan ia pun meneleponnya.
“ Halo apa benar ini Adelia?” Tanya Wilda
“ Iyaa dengan saya sendiri. Ini siapa yach?” kata Adelia
“ Saya Wilda sahabat Bryan, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kamu Adelia.” Kata Wilda
“ Iyaaa apa yah Wilda?”. Tanya Adelia
“ Tidak bisa saya bicarakan melalui telepon, saya harap besok Adelia bisa ke rumah sakit, nanti saya akan kirim alamatnya melalui pesan singkat” Jawab Wilda
“Ohh iya besok saya usahakan”. Kata Adelia
                Keesokan harinya Adelia ditemani oleh Arial dan Andry serta Ghea ke rumah sakit. Di depan rumah sakit Wilda menyambut Adelia dan yang lain lalu mengantar mereka ke salah satu kamar. Di kamar tersebut terbaring Bryan, Adelia terlihat terkejut.
“ Adelia saya yakin kamu belum tahu bukan kalau Bryan mengalami hilang ingatan terhadap hal-hal tertentu dan saya yakin bagian ingatan yang hilang itu adalah kamu Adelia”. Kata Wilda
“ Maksud kamu apa yach Wilda?” Tanya Adelia
“ 3 tahun lalu tepat tanggal 23 Juni Bryan mengalami kecelakaan ketika dia menuju ke suatu tempat, mobilnya menabrak sebuah truk dan saat itu dia membawa sebuah cincin dan 100 tangkai bunga. Setelah kecelakaan itu orang tua Bryan membawa Bryan ke Singapura untuk dirawat karena hampir 3 bulan lamanya Bryan mengalami koma. Lalu setelah sadar Bryan ternyata mengalami disselectsia. Sejak saat itu setiap tahunnya tepat bulan Juni Bryan akan ke Lombok dan ia selalu ke sebuah pantai di mana ada sebuah pohon besar. Pernah suatu waktu akan di bangun tempat peristirahatan untuk wisatawan yang akan di bangun di sekitar daerah itu, dan ternyata karena proyek itu para pekerja memutuskan akan menebang pohon besar itu namun Bryan berusaha mempertahankan pohon itu ia pun menjadi investor dalam proyek itu dan meminta agar pohon itu tidak ditebang. Saat itu aku bertanya pada Bryan apa arti pohon itu untuk Bryan dan saat itu Bryan menjawab ada sebuah mimpi yang selalu terulang setiap malamnya tentang pohon itu, aku yakin ada sebuah kenangan di tempat ini namun aku tidak ingat dengan kenangan itu tapi aku yakin kalau pohon ini tak ada pasti ada seseorang yang akan terluka. Sampai beberapa hari yang lalu sebelum koma ia pergi ke tempat itu lagi katanya ada seseorang yang kelihatannya bagian dari memoriku dan bagian dari hatiku yang selama ini hilang itulah yang dikatakan Bryan padaku”. Kata Wilda.
                Adelia menangis dan merasa sangat menyesal dengan apa yang menimpa Bryan. Adelia pun masuk ke dalam kamar dan memegang tangan Bryan sambil menangis
“ Ayoo Bryan bangun.. Ayo bangun.. Maafin aku yang sudah membenci kamu selama 3 tahun ini hanya karena aku salah paham terhadap kamu.. Aku mohon Bryan buka mata kamu..” ucap Adelia sambil menangis.
                Dan ketika air mata Adelia jatuh mengenai tangan Bryan, tiba-tiba Bryan tersadar dari komanya. Dia lalu duduk dan berkata
“Kamu gak salah Adelia, seharusnya aku yang minta maaf karena tidak menepati janji bahwa aku pasti menunggu kamu di bawah pohon itu”. Ucap Bryan dengan senyuman
                Adelia lalu memeluk Bryan. Setelah keluar dari rumah sakit Bryan mengajak Adelia ke pohon kenangan mereka berdua saat itu Bryan menceritakan kejadian yang dialaminya.
“ Kamu tahu tidak saat aku mengalami kecelakaan aku mengalami de javu, aku melihat kamu berdiri di bawah pohon ini dengan gaun berwarna biru saat itu kamu terlihat sangat cantik. Dan saat aku mengalami lupa ingatan aku selalu memimpikan hal yang sama setiap harinya di mana saat hujan ada seorang gadis yang berdiri di bawah pohon dan saat ini aku baru ingat ada sebuah rahasia yang ingin kuberitahukan ke kamu”. Kata Bryan
“ Apa itu?” Tanya Adelia
“Mimpi bahwa aku melihat seorang gadis yang berteduh di bawa pohon sebenarnya dulu pernah terjadi saat aku ada di Singapura saat itu kita belum saling mengenal dan karena mimpi itu aku sengaja datang ke Lombok untuk membuktikan mimpiku itu saat itu aku sengaja menunggu tak jauh dari pohon itu aku berharap mimpiku itu memang benar. Dan wahh ternyata mimpiku itu benar-benar jadi kenyataan saat itu aku melihatmu berteduh di bawah pohon itu dan aku sengaja datang menghampirimu. Saat itu pula aku yakin bahwa aku cinta sama kamu”. Jawab Bryan
                Adelia terlihat sedang berusaha mengingat sesuatu.
“ Tunggu dulu dech kayanya aku juga pernah mimpi tentang hal yang sama saat itu hujan aku berteduh di bawah pohon lalu ada seorang pria misterius yang datang tapi saat itu aku tidak sempat menanyakan nama pria itu karena aku terbangun dari tidurku”.
                Adelia dan Bryan hanya tersenyum dan saling memandang di dalam hati mereka berdua berkata.
 “ Tuhan terimakasih karena telah menciptakan mimpi yang membuat kami akhirnya bisa bertemu di tempat ini.. Kisah cinta kami berawal dari mimpi di bawah sebuah pohon penuh kenangan”

Senin, 16 September 2013

THE GREATES TREASURE


One day, Peter found a treasure map. He was very happy. He walked a long way and finally reached a forest. There he met Lion. “You are strong and courageous,” said Peter to Lion. “Will you come with me on a treasure hunt?” Lion agreed and joined Peter. The forest was dense and dark. Peter was afraid, but with Lion by his side, he made it through.
He reached the mountain, they met Eagle. He asked the eagle to join with him and the Eagle agreed and joined Peter and Lion. The mountains were tall and craggy. Lion slipped, but Peter was swift enough to give him a hand and pull him up. Eagle, with his sharp vision, watched every step they took.
Soon, they reached the valley below where they met Sheep. A cold wind swept across the endless meadow. They all huddled against Sheep, who kept them warm and cozy.
He reached the desert, where they met Camel. “Will you help us get across and join the treasure hunt too?” Camel agreed. Peter, Lion and Sheep mounted the camel and set off happily across the vast desert, with Eagle enjoying the spectacle from above. Camel began galloping and everybody cheered with excitement. Crossing the desert on Camel’s back was thrilling!
And then reached the ocean, where they met Turtle. “Can you help us cross the ocean?” Peter asked Turtle. “We are on a treasure hunt.” Turtle agreed and joined Peter, Lion, Eagle, Sheep and Camel. The rough waves almost drowned the party, but Turtle skillfully transported them across.
They met Owl on the other side. Owl spoke from his ancient wisdom: “Congratulations, you have found the treasure.” They all looked at each other and realized that Owl was right – they had found friendship! Indeed, they had found the greatest treasure ever!

About Me

Designed ByBlogger Templates