Pertemuan
Aku beberapa kali gagal dalam percintaan
tapi aku tidak pernah menyesal akan cinta yang mungkin pernah sangat
menyakitkan bagiku. Aku pernah diselingkuhi oleh teman sendiri bahkan oleh
keluarga ku sendiri, rasanya sungguh sakit namun aku selalu yakin bahwa di atas
sana Tuhan telah merencanakan sesuatu yang terindah untukku. Setiap malam aku slalu berdoa kepada agar aku bisa menemukan jodoh yang terbaik
untukku.
Saat ini aku merasa aku adalah wanita
paling beruntung, setelah aku
memilikinya… Raihan itulah namanya.. Sesosok pria yang penyayang yang mengisi
hariku.
Langit yang cerah berubah menjadi gelap,
matahari yang tadinya tersenyum kini tertutup awan gelap. Aku dan Rosa sahabatku ada di Dream Café memesan vanilla latte yang sedari
tadi tak kunjung habis karena kami teralu sibuk menatap sosok tampan yang
memikat. sesosok pria yang duduk ditemani secangkir kopi dan tablet yang sedari
tadi ia mainkan. Sadar bahwa kami memandangnya pria tersebut hanya tersenyum
simpul, aku sangat terkejut ternyata dia sadar dari tadi kami mengawasinya.
Setelah beberapa menit kemudian Rosa
meninggalkanku di Café seorang diri karena Firman pacarnya telah menjemputnya,
titik-titik hujanpun turun, aku bergegas untuk pulang namun aku memarkir mobil
di tempat yang sedikit jauh. Aku hanya bisa duduk terpaku menanti redanya hujan
agar aku bisa mengambil mobil tanpa harus basah kuyup. Tiba-tiba muncul seorang
pria yang tadi aku dan Rossa amati di dalam Café. Dia menawarkan diri untuk
mengantarku keparkiran dengan payung yang dibawanya. Akupun tak menolak ajakan
tersebut, mungkin karena terburu-buru sesampainya di parkiran pria tersebut tak
sempat mengenalkan diri. Sesampainya
di rumah aku merebahkan tubuhku yang sangat lelah ke tempat tidur. Rasanya
badanku sulit untuk aku gerakkan lagi mungkin karena tadi mata kuliahku sangat
padat. Aku sempat memikirkan sosok pria yang tadi mengatarku ke parkiran lalu
akupun tertidur. Setelah sempat tertidur aku terbangun oleh suara Ibuku yang mengajakku
untuk makan malam.
Beberapa bulan berlalu aku dan kakakku
Jihan sibuk untuk mempersiapkan persiapan pesta pernikahannya. Mulai dari
fitting baju sampai mengurus menu makanan yang akan dihidangkan di pesta
pernikahannya aku dan Kak Jihan yang turun tangan untuk mengeceknya walaupun
kami juga menggunakan jasa Wedding Organizer. Karena kesibukan tersebut aku
juga sampai lupa dengan kejadian di Dream Café, bahkan aku juga lupa ulang
tahun dari temanku.
Mungkin dulu aku berharap agar bisa bertemu
dengan sosok pria tersebut sekedar berkenalan dan mengucapkan trimakasih namun
jika dipikir-pikir mungkin mustahil bagiku untuk bertemu dengannya. Tapi Tuhan
berkata lain, kami dipertemukan di salahsatu pesta pernikahan teman dan saat
itu kamipun berkenalan. Ternyata nama pria tersebut adalah Raihan dia adalah
salah satu Wakil Direktur muda yang baru menyelesaikan studynya di Oxford
University. Setelah berkenalan kami bertukar pin BB sekedar untuk menjalin
silatuhrahmi yang baik. Beberapa kali massanger dengan dia akhirnya kami buat
janji untuk bertemu di Café tempat kami bertemu dulu. Raihan memang salah satu
pelanggan tetap di Café tersebut makanya pelayannya sangat ramah pada Raihan.
Kami diberi tempat di lantai atas yang memilliki pemandangan yang indah. Karena
Raihan anaknya asyik aku jadi sedikit lebih leluasa untuk ngobrol apalagi
Raihan ini humoris, dia berkata seperti ini ‘Kelihatannya aku memang tampan
yah?’. Raihan
‘Hah??’.
Jawabku dengan wajah yang sedikit bingung,
‘
Iya, buktinya dulu ada 2 orang perempuan yang sedang minum Vanilla Latte yang
memandangiku terus, mungkin mereka terpikat oleh ketampananku yach?’.
Wajahku
memerah dan aku pun hanya bis menjawab :
‘heeheehee..
mungkin saat itu kamu kelihatan aneh makanya mereka memandangimu terus’.
‘Apa
jadi waktu itu aku kelihatan aneh yach?’. Tanya Raihan padaku
‘
Heheheehehee.. saat itu kamu mirip seorang criminal, makanya kami mengawasimu
terus’. Jawabku
‘
Hahahahhahahaaa.. aku kirain aku punya utang ma kamu makanya kamu ngawasin aku
terus .. Hahahahahahahaahahaaaa..’ Raihan
Kami berdua tak hentinya tertawa, ketika
menginngat kejadian itu.
‘Oh
iya waktu kamu ngaterin aku ke parkiran koq langsung ngilang gitu aja sih?’.
Tanyaku
‘ OOooh waktu itu aku kebelet buang air kecil
makanya aku lari biar gak pipis di celana’. Jawab Raihan
‘Icchh
jangan-jangan kamu emang sering pipis di celana makanya takut kalau ketahuan
punya kebiasaan seperti itu, heheheheheh.’
‘Aduh ketahuan deh ma kamu.hahahahahahaha’.
Tak
terasa kami sudah 2 jam Café tersebut, Kak Jihan meneleponku untuk menemaninya
ke Salon Kecantikan sebagai ritual kecantikan menjelang hari pernikahannya yang
tinggal 1 bulan. Aku pamit pulang kepada Raihan.
‘Raihan aku pulang duluan yah, harus
nemenin Kakak dulu nih.. Assalamualaikum’.
‘Ehh
tunggu bentar nomer hp kamu berapa Indhy?’. Raihan
‘Ntar aku BBMin aja yach’.
‘Okkeeee
aku tunggu ‘. Jawab Raihan
Sambil nemenin Kak Jihan aku juga ikut
perawatan tapi gak selama perawatan Kak Jihan. Karena perawatanku selesai duluan
aku jadi nunggu kak Jihan. Tiba-tiba ada BBMan dari Raihan
Raihan:
Aku
menunggu nie.. (-_-) ZZZZZZZ
Me
:
Hmmm
nunggu apaan yach?? (//-_-)?
Raihan
:
Kan
tadi mau ngasih tau nomer hp..
Me
:
Oh
Iya.. (///-_-)??
Nie
085656724373
Raihan
:
Okeeyy
JJ
Bener aja abis tau nomer hp aku Raihan malah
nelpon, lumayan juga sih buat ngilangin rasa jenuh nungguin kak Jihan. Aku tuch
telponan ma Raihan sekitar sejam gitu deh intinya sampai perawatan Kak Jihan
kelar bahkan sampai di dalam mobil aku ma Raihan masih ngobrol ditelpon.
‘Raihan
udah dulu yah aku mau bawa mobil nie’. Kataku
‘Iya hati-hati di jalan yach jangan sampe
ngelindas tukang sayur atau penjual koran hahahahaah’.
‘Assalamualaikum Wr.Wb.’ Aku
‘Waalaikum
salam Wr. Wb’.
Kesokan harinya Raihan nge-BBM :
Raihan
:
Ntar
makan siangnya bareng yach J??
Me
:
Yach
aku ada kuliah ntar, bisa gak keburu kamu makannya kalau nungguin aku LL
Raihan
:
Hmmm
gak papa deh ntar aku tungguin kan skali-skali wakil direktur juga bisa
keluyuran.. :D:D hehehehhee
Me
:
Oke
ntar makannya jam 2 aja yach?? JJ Tapi yakin kamu gak keburu laper??
Raihan
:
Gak
koq, tenang aja.. J Ntar aku
jemput di depan kampus aja yach .. J
Me
:
OOOOOOKKKKKKEEEEYY
J
Bener
aja jam 1.45 Raihan udah ada di depan kampus dan dia jadi perhatian anak-anak
dengan gayanya yang super cool dengan jasnya yang sangat rapi plus mobil sport
hitam yang dia pakai. Kelihatannya banyak anak-anak yang bakal naksir ma dia
kalau dilihat dari segi tas nie, Raihan itu kayak Brand ternama yang kalau di
pajang itu bakal jadi antrian panjang abis dia itu udah kayak perfect dari segi
penampilan.
Pas keluar kampus Raihan dengan senyuman
manisnya langsung menyambutku. Kelihatannya mahasiswa dan mahasiswi lainnya
terkejut melihat Raihan bersamaku, karena seperti yang mereka tahu kalau saat
ini aku sedang ingin sendiri tanpa pacar makanya aku menolak beberapa mahasiswa
yang naksir denganku. Mungkin mereka pikir aku dan Raihan pacaran padahal kami
hanya berteman saja.
Raihan membukakan pintu mobil dan
langsung tancap gas menuju Restoran Jepang kesukaanku. Ternyata aku dan Raihan
sama-sama penggila sushi dan hidangan laut, dan saat mencoba makanan di
Restoran sushi favoriteku ini Raihan langsung ketagihan habis rasa Sushi di
sini memang enak skali. Jam 3 Raihan mengantarku ke kantor Kak Jony calon suami
Kak Jihan, lalu Raihan pamit kembali ke kantor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar