Kamis, 15 Agustus 2013
Rainbow
Fallin' out, fallin' in
Bertengkar, baikan
Nothing's sure in this world no, no
Tak ada yang pasti di dunia ini tidak, tidak
Breakin' out, breakin' in
Berpisah, berkumpul
Never knowin' what lies ahead
Tak tahu yang di depan sana
We can really never tell it all no, no
Kita benar-benar tak bisa menduganya, tidak, tidak
Say goodbye, say hello
Perpisahan, pertemuan
To a lover or friend
Pada kekasih atau teman
Sometimes we never could understand
Kadang kita tak pernah bisa mengerti
Why some things begin then just end
Mengapa sesuatu mulai dan lalu berakhir begitu saja
We can really never tell it all no, no
Kita benar-benar tak bisa menduganya, tidak, tidak
But oh, can't you see
Tapi oh, tidakkah kau lihat
That no matter what happens
Bahwa apapun yang terjadi
Life goes on and on
Hidup terus berjalan
So baby, just smile
Maka kasih, tersenyumlah
'Cause I'm always around you
Karena aku selalu di sisimu
And I'll make you see how beautiful
Dan kan kubuat kau melihat betapa indahnya
Life is for you and me
Hidup bagimu dan bagiku
Take a little time baby
Nikmatilah sejenak waktu kasih
See the butterflies' colors
Lihatlah warna-warni kupu-kupu
Listen to the birds that were sent
Dengarlah nyanyian burung yang dikirim
To sing for me and you
Agar bernyanyi untukku dan untukmu
Can you feel me
Bisakah kau rasakanku
This is such a wonderful place to be
Ini adalah tempat yang sungguh indah
Even if there is pain now
Meskipun ada rasa sakit
Everything will be all right
Segalanya kan baik-baik saja
For as long as the world still turns
Karena selama dunia masih berputar
There will be night and day
Kan selalu ada malam dan siang
Can you hear me
Bisakah kau dengar aku
There's a rainbow always after the rain
Selalu ada pelangi sehabis hujan
Hittin' high, hittin' low
Di atas, di bawah
Win or lose you should go, yeah yeah
Menang atau kalah kau harus lanjutkan
Gettin' warm, gettin' cold
Hangat, dingin
Weather could be so good or bad
Cuaca bisa begitu baik dan buruk
But baby this is life now don't get mad no, no, no
Tapi kasih, inilah hidup, janganlah bermurah durja
Life's full of challenges
Hidup penuh dengan tantangan
Not all the time we get what we want
Tak selamanya kita dapatkan keinginan kita
But don't despair my dear
Tapi jangan putus asa, kasih
You'll take each trial and you'll make it through the storm
Kau kan terus mencoba dan kau kan lewati badai
'Cause you're strong
Karena kau kuat
My faith in you is clear
Aku percaya padamu
So I'll say once again this world's wonderful and
Maka kan kukatakan sekali lagi, dunia ini indah dan
Let us celebrate life that's so beautiful, so beautiful
Mari kita rayakan hidup yang begitu indah ini
I don't Believe in Miracle
Apa aku tak boleh mencintai? Atau memang tak
sepantasnya seseorang seperti diriku mencitai dan berharap cinta seseorang
seperti dirimu?
Tetes
demi tetes air mata langit jatuh membasahi bumi seperti air mataku ini yang
telah membasahi pipi ini. Dulu memandang cermin ini aku yakin dengan keajaiban
di mana aku bisa tumbuh rupawan namun kini memandangnya menyakiti hati, karena aku sadar bahwa keajaiban itu tak akan
hadir dalam hidup ini.
Saat
masih kecil aku yakin dengan keajaiban seperti yang terjadi dalam negeri
dongeng dimana seorang pangeran bisa jatuh cinta dengan seorang pelayan. Dimana
pangeran selalu meyakini hatinya dan yakin bahwa cinta itu tidak mengenal
perbedaan bahkan pengeran rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan cinta.
Huummm mungkin memang terdengar lucu kalau seseorang di dunia nyata seperti ini
bisa yakin akan adanya keajaiban tapi itulah pemikiran seorang anak kecil yang
masih lugu.
Tapi
sekarang aku sudah terbangun dari mimpi
tentang negeri dongeng itu. Di dongeng itik yang buruk rupa ternyata bisa
berubah menjadi angsa yang sangat cantik tapi ayolah hidup di dunia nyata
seperti ini hal seperti itu tak akan pernah terjadi. Kisah Cinderella yang
memiliki ibu peri yang bisa mengubah hidupnya, hal itu tak akan pernah terjadi
di dunia nyata ini. Kisah dengan akhir yang bahagia aku tak percaya akan hal
yang seperti itu lagi.
Hidupku
yang dulu penuh keyakinan akan keajaiban, kini justru menjadi boomerang bagiku.
Semakin aku yakin akan adanya keajaiban membuatku semakin yakin bahwa suatu
saat kau akan jatuh cinta padaku. Dan kini sakit rasanya ketika akhirnya aku
tahu bahwa kau tak pernah mengharapkan cinta dari seseorang seperti diriku.
Jadi benar tak akan selalu ada akhir yang bahagia di duni yang nyata ini..
Minggu, 04 Agustus 2013
Cerpen : Seandainya Kamu Tahu 2
“Fany..Fany…” mungkin sudah 20 kali memanggil namany tapi dia tidak berbalik. Apa mungkin dia tidak
mendengarnya, mungkin karena di aula sedikit berisik jadi aku bisa sedikit
memaklumi.
“Fany ayo sini”.
Teriakku
ketika melihat Fany yang berada di dekat gerbang sekolah dia langsung saja
berlalu seperti angin dan hilang dari pandanganku. Sebenarnya ada apa dengan dia,
apa dia marah sama aku yah.
“Kenapa Rio?” tanya Aya padaku.
“ Ohh.. tidak.. tidak kok..” jawabku.
Sepulang
dari acara perpisahan aku mampir dulu ke rumah Aya untuk mengembalikan buku
yang pernah kupinjam darinya. Beberapa menit ngobrol sama dia lalu pamit
pulang.
“Aku pamit pulang yah Aya.”
“Loh kok cepet banget udah mau pulang kan aku masih mau
ngobrol sama kamu”.
“Maaf aku mau beli bensin dulu mobil aku udah mau abis
tuh bensinnya”.
“Goblok”
langsung saja aku mengetuk-ngetuk kepalaku ketika sampai di depan pintu rumah
Ay.
“Kamu kenapa Rio kok kepalanya di pukul-pukul gitu?”
“Ahh.. gak kenapa-kenapa kok”.
Aku
benar-benar merasa sangat bodoh untuk apa aku berbohong kalau bensin mobilku
sudah mau habis. Aya hanya melambai ketika aku sudah naik di atas mobil, aku
pun berlalu dnegan cepat menyusuri jalan ini.
Sudah
hampir sejam aku berputar-putar saja di daerah ini, dari kejauhan aku memandang
ke rumah itu sambil berpikir.
“Aku harus ngasih gambar dan album ini sama dia, ini bisa
jadi kesempatan terakhirku untuk bisa ngasih ini ke dia dan untuk mengungkapkan
perasaanku ini ”.
Aku
ngoceh sendiri di dalam mobil sambil mengumpulkan keberanian untuk turun dari
mobil dan mengetuk pintu itu dan memberikan gambar ini sama dia. Aku baru sadar
kalau sekarang sudah maghrib ketika mendengar suara adzan. Ternyata sudah 2 jam
aku di sini dan masih saja kertas gambar dan album ini ada di tanganku. Aku
langsung tancap gas ketika aku melihat seseorang keluar dari rumah itu.
Sesampainya
di rumah aku langsung mandi. Lalu teringat lagi dengan semua kejadian yang
tadi. Aku benar-benar sangat kecewa dengan diriku sendiri. Sambil memukul-mukul
dinding kamar mandi aku memaki diriku sendiri.
“Pengecut kamu.. Sudah selama ini kamu begini, masih
tidak berani menyatakan perasaan sama dia. Apa kamu ini cowok masa ngomong sama
dia aja susahnya minta ampun. 3 tahun sudah kamu begini cuman begini-begini saja,
tadi itu mungkin saja kesempatan terakhir kamu untuk ketemu dia dan menyatakan
perasaan kamu.. Pengecut..pengecut.. ”.
Setelah
mandi dan sholat saatnya untuk makan malam. Papa dan Mama serta 2 adikku sudah
menunggu di meja makan.
“Nak kamu kok kamu mukanya gak semangat gitu, kamu gak
suka sama makanannya yah?”. Tanya Mama padaku.
“Ohh tidak kok Ma makanannya enak kok cuman aku lagi gak
semangat aja.” Jawabku
“Memangnya ada apa nak?” tanya Mama lagi
“ tidak ada apa-apa kok Ma”.
“Mama ini anaknya udah segede ini masih aja Mama mau tahu
aja urusan anaknya.” Balas Papa
“ Palingan Kakak sedih nantinya gak ketemu sama cinta
pertamanya tuh”. Celetuk Angga
“Huss enak aja kamu ini masih kecil sudah ngomongin
cinta”.
“ Ihh benerkan kak, setiap malam aku ngeliat kakak
mandangin foto cewek, kakak juga sering banget tuch bikikn sketsa gambar tuch
cewek.” Celetuk Angga lagi
“ Dasar Angga jadi kamu suka masuk kamar kakak gak
bilang-bilang”. Jawabku dengan marah
“ Sudah..sudah.. ini meja makan jadi jangan bertengkar begitu”
sahut Papa
Kembali
ke kamar aku mengambil gitar lalu keluar ke balkon. Aku bernyanyi sambil
memainkan gitar.
“ini adalah lagu kesukaanmu bukan?”.
Aku
bicara sendiri, aku merasa sudah seperti orang gila. Malam semakin larut dan
aku masih duduk di balkon dan melihat ke langdit lalu teringat
kejadian-kejadian di masa lalu.
10
tahun lalu di bangku kelas 2 SD masih dengan celana pendek merah dan baju
putih. Seorang gadis kecil yang duduk di bangku taman sekolah kelihatannya dia
sedang sedih lalu aku menghampirinya.
“Kamu kenapa?”. Tanyaku
“ Tadi aku jatuh dan lolipopku juga terjatuh”. Jawabnya
“ Oh jangan sedih, kata mamaku lollipop itu tidak baik
karena nanti bikin gigi rusak”. Ucapku
“ Haa?? Jadi gigi aku bisa rusak kalau makan lollipop
terlalu banyak”. Jawabnya dengan sedikit tersenyum
“ ini kamu mau biskuit?” tanyaku
Dia hanya mengangguk. Itulah saat pertama aku
mengenalnya. Senyumannya itu tidak bisa kulupakan. Saat itu aku lupa menanyakan
namanya jadi aku meminta temanku untuk mencari tahu nama gadis kecil itu.
Akhirnya
aku tahu nama gadis kecil itu, sekitar setahun aku sering memerhatikannya bisa
dibilang aku suka sama dia, dia itu cinta monyetku. Seperti yang papa pernah
bilang kalau anak cowok itu suka sama cewek pasti nanti si cowok suka ngeliat
tuh cewek dan selalu berusaha untuk menarik perhatian. Mungkin karena malu-malu
aku tidak berani mencoba mencari perhatiannya. Siapa sangka Papa dipindah
tugaskan otomatis kami sekeluarga harus meninggalkan kota ini dan ikut sama
papa.
Sedih
juga karena jadi tidak bisa ketemu sama cewek itu lagi. Hampir 6 tahun kami
sekeluarga meninggalkan kota ini dan akhirnya kembali lagi di tahun 2010. Aku
mendaftar di salah satu SMU yang populer di sini, siapa sangka aku bertemu
dengan seorang gadis yang memiliki senyuman indah dan ia mengingatkanku dengan
seseorang.
Aku
berhasil masuk ke sekolah itu dengan nilai tes yang memuaskan. Di papan
pengumuman aku melihat nama yang tidak asing sepertinya nama itu seperti dengan
cewek yang aku suka 10 tahun lalu. Hari pertama MOS aku lupa membawa alat
pembersih dan ada juga seseorang yang lupa membawanya juga. Kami berdua dihukum
untuk bernyanyi, namun lucunya kami berdua lupa lirik lagu. Benar-benar malu
tapi sekaligus menyenangkan.
Kami
berdua ternyata punya hobi yang sama yaitu menggambar dan akhirnya kami berdua
masuk ke ekskul melukis. Selama setahun aku dan dia sekelas namun menuju ke
kelas 2 kami tidak sekelas. Di kelas yang baru dengan beberapa teman yang baru
tapi sebenarnya kami semua sudah saling mengenal hanya saja belum terlalu akrab
karena waktu kelas 1 kami hanya saling menyapa saja jarang melakukan komunikasi
yang lebih dalam.
Aku punya
sahabat di kelas 2 ini namanya Aya, dia itu gadis yang cantik, cerdas dan baik.
Kami langsung saja nyambung dan aku dan diapun sering jalan bareng. Aku juga
jadi akrab dengan teman-teman Aya yang lain mereka semua pada asyik-asyik buat
diajak ngomong dan mereka juga pada humoris. Di pertengahan tahun akhirnya Aya
punya pacar, pacarnya ini baik dan sangat perhatian sama Aya dan dia juga baik
sama kami teman-teman Aya.
Siang
ini aku tidak bisa ikut ekskul karena ada tugas penting yang harus dikumpul
besok pagi untung saja ada Aya yang mau membantuku. Hari sudah sore dan
akhirnya tugasku sudah selesai, karena Aya tidak bisa dijemput oleh pacarnya
jadi aku yang mengantarnya pulang.
Aya
terlihat sedih ketika ia harus menjalani LDR dengan pacarnya. Dia jadi kurang
bersemangat dan akupun tidak tega melihat itu semua akupun selalu berusaha
menghiburnya. Ke manapun dia pergi aku pasti menemani dia karena aku kasihan
juga kalau dia harus merasa kesepian karena pacarnya tidak ada di sampingnya.
Lagi
asyik-asyiknya nginget masa lalu adikku yang paling kecil manggil.
“Kak Riooo.. kata mama masuk jangan dibalkon terus nanti
masuk angin”.
“Iya dek”.
Di
kamar sambil memandang langit-langit rumah aku ngeliat foto dia lagi. Setiap
hari aku berusaha memerhatikamu, aku mulai mencari tahu apa yang kamu suka dan
apa yang kamu tidak suka, sudah selama ini aku suka sama kamu tapi aku ini
pengecut dan tak pernah berani bilang sama kamu kalau aku suka sama kamu.
“Aku
suka sama kamu Fany, apa kamu juga suka sama aku.”
Aku jadi nginget waktu itu di ruang ekskul
melukis aku sengaja duduk di tempat ini agar bisa duduk di dekat kamu. Kamu berjalan
terlihat bingung mencari tempat duduk aku bermaksud untuk mengajakmu untuk
duduk di sampingku tapi aku tak bisa berkata-kata aku hanya bisa tersenyum
saja. Saat aku melukis aku terkejut melihat kamu akupun berusaha untuk menutupi
gambarku.
“ Kamu tahu tidak hari ini saat aku melihat kamu di
gerbang sebenarnya ada sesuatu yang mau aku bilang ke kamu dan ada sesuatu yang
mau aku berikan ke kamu tapi kamu malah menghindar mungkin kamu begitu karena
kamu tidak suka denganku. Apa kamu tahu aku tetap berusaha untuk memberikan
benda ini ke kamu anggap saja sebagai hadiah perpisahan makanya aku ke rumah
kamu tapi mau bagaimana lagi aku ini hanya seorang pengecut. Aku malah terduduk
di dalam mobil selama 2 jam dan tidak melakukan apapun.”
Besok
adalah hari terakhirku ada di kota ini karena aku mendapat beasiswa untuk
kuliah di London. Keesokan hanrinya Aya dan keluargaku yang lain mengantarku ke
bandara. Sebelum masuk ke dalam aku teringat dengan kotak yang berisi album dan
gambarku. Aku berpikir
“tak apalah kalau Fany tidak suka padaku tapi setidaknya
aku harus memberikan ini padanya karena ini memang sesuatu yang kuabuat
untuknya kalau tidak sekarang pasti aku akan menyesal selamanya “.
Akupun
memberikan kotak ini kepada Aya. Aku berharap dia bisa memberikan ini pada
Fany.
“Aya aku minta tolong yah kamu kasih ini ke Fany”.
“Kamu
ini gimana sih kok kemarin kamu gak kasih ke dia padahal kamu udah bikin ini
udah lama tapi masih aja kamu simpan sendiri”.
Itulah
Aya dia memang sering mengomeliku setiap saat aku bercerita padanya tentang
Fany. Dia selalu saja mengomel karena aku tidak pernah menyatakan perasaan ke
Fany”.
Masuk ke pesawat aku hanya bisa bilang “GOODBYE MY SECRET
LOVE, Aku cinta sama kamu, seandainya kamu tahu itu”.
Sabtu, 03 Agustus 2013
SOng Lyric : Krissy And Ericka - 12.51 with chord
12:51 Krissy and Ericka
Capo 1st Fret
E B G D A E
D: 2 3 2 0 X X
Asus4: 0 3 2 2 0 X
Em7: 0 3 0 2 2 0
G : 3 3 0 0 2 3
Dsus4/F#: 3 3 2 0 0 2
GUITAR 2
Intro:
E||-0h2-2-5-2------0h2-2-5-9-5-|
B||-3---------3----3-----------|
G||-2--------------2-----------| 2x
D||----------------------------|
A||----------------------------|
E||----------------------------|
GUITAR1
Intro: D Asus4 Em7 G
Verse 1:
D Asus4
I'm scrolling through my cellphone for the 20th time today
Em7
I'm reading that text you sent me again
G
Though I memorized it anyway
D
It was an afternoon in December
Asus4
When it reminded you of the day
Em7
When we bumped into each other
G
But you didn't say Hi cuz I looked away
Pre-Chorus
Em7 Dsus4/F# G
And maybe that was the biggest mistake of my life
Em7 Dsus4/F# Asus4
And maybe I haven't moved on since that night
[ Tab from: http://www.guitaretab.com/k/krissy-and-ericka/313007.html ]
Chorus:
D Asus4
Cause it's 12:51 and I thought my feelings were gone
Em7 G
But I'm lying on my bed thinking of you again
D Asus4
And the moon shines so bright but I gotta dry these tears tonight
Em7 G
Cause you're moving on and I'm not that strong to hold on any longer
Interlude:
D Asus4 Em7 G
Oh oh oh woaah oh oh oh..
(Do Verse Chords)
Verse 2:
Then I saw you with her
Didn’t think youd find another
And my world just seem to crash
I shouldnt have thought that this would last
(Do Pre Chorus Chords)
Pre-Chorus:
And maybe that was the biggest mistake of my life
Maybe I haven’t moved on since that night
(Do Chorus Chords)
CHORUS:
Cuz its 12:51 and I thought my feelings were gone
But I’m lying on my bed Im thinkin o you again
And the moon shines so bright
But I gotta dry these tears tonight
Cuz youre moving on and I’m not that strong to hold on
Any longer
Bridge:
Em7 D
As the sky outside gets brighter
G
And my eyes begin to tire
Asus4
Im slowly drowning in memories of him
Em7 D
And I know it shouldnt matter
G
As my heart begins to shatter
G Asus4
Im left to wonder just how it should have been yeaah
Last Chorus:
D Asus4
twelve fifty-one and I thought my feelings were gone
Em7
But Im lying on my bed
G
I’m not thinkin of you again
D
And the moon shines so bright
Asus4
But I gotta dry these tears tonight
Em7 Dsus4/F# G
Cuz you’re moving on and Im not that strong to hold On
Em7 Dsus4/F# G
Cuz Ill prove you wrong that I can move on through this song
D Asus4 Em7
Im so much stronger ohhh woaaah woaaah ohhh ooooh oh.
END: G
Jumat, 02 Agustus 2013
Cerpen : Seandainya Kamu Tahu
"Bego” itu adalah kata yang langsung
terpikir olehku. Di saat seperti ini kenapa aku bertindak seperti itu padanya. “UUhhhh
bego banget aku ini”. Aku pulang ke rumah dengan wajah yang sedikit kecewa,
kecewa pada diriku sendiri. “Kamu kok gitu nak sama temen kamu yang tadi?”
tanya mama kepadaku. “Temen yang mana ma?”. Mama ngejawab “itu temen cowok kamu
yang manggil-manggil kamu terus di acara perpisahan tadi.” Dengan gelagapan aku
cuman bilang “ masa aku gak denger tuh ma kalau ada yang manggil-manggil aku”. Dan
sebelum mama menanggapi jawabanku aku berlari ke kamar “ Ma udah yach aku capek
mau istirahat”.
Di kamar aku termenung sejenak dan
mengingat kembali kebodohanku di acara perpisahan tadi. Sambil menghela napas
aku bergegas untuk mandi yah aku harap dengan mandi mungkin aku bisa sedikit
lebih rileks dan bisa tenang. Setelah mandi aku mangambil baju kaos dan celana
pendek tak lama kemudian terduduk di kursi sambil melihat wajahku di cermin. “
Aku ini tak secantik dia, tak sepopuler dia dan tak sekaya dia aku hanya
seorang gadis yang biasa-biasa saja. Apa salah aku berharap padamu?” kalimat itu
terbayang-bayang di benakku ketika mengingat memori di mana aku memendam rasa
untuknya.
Seakan kembali ke masa lalu aku
ingat betul saat pertama kali kita bertemu saat hari masuk SMA saat itu kita berdua
lupa membawa perlengkapan MOS dan akhirnya kita berdua dihukum untuk bernyanyi.
Mengingat itu aku jadi tersenyum sekaligus malu karena saat itu kita berdua
sama-sama tidak begitu hafal dengan lirik lagu. Selama 1 tahun kita menjadi
teman sekelas dan begitu banyak kenang ketika kita kerja kelompok bersama dan
awal kita menjadi akrab ketika kita ternyata punya hobi yang sama yaitu menggambar
alhasil kita berdua masuk ekskul melukis.
Waktu terasa begitu cepat tak terasa
kita beranjak ke kelas 2 dan pada saat itulah kita terpisah karena kelas kita
yang berbeda. Hummm rasanya sedih harus terpisah begini, hubungan kita jadi
tidak seakrab yang dulu selain karena kita jarang bertemu juga karena kehadiran
dirinya di dalam hidupmu. Aya seorang gadis yang cantik yang populer di sekolah
menjadi teman terdekatmu mungkin karena kalian sekelas makanya kalian terlihat
sering bersama di sekolah tapi hubungan baik kalian berdua juga berlangsung di
luar sekolah. Semuanya nampak jelas ketika kalian sering jalan keluar bareng
yaaa di sekolah itu anak-anak selalu bilang dimana ada kamu pasti ada Aya.
Pertengahan semester kelas 2
akhirnya Aya punya pacar dan itu membuatku sedikit lega yaa aku berpikir musnah
sudah kemungkinan bahwa kalian itu pacaran. Entah mengapa setiap hariku hanya dipenuhi
dengan memikirkan kamu,nilai-nilaiku yang dulunya bagus semakin menurun dna hal
itu membuatku stress apalagi kita sudah mau naik ke kelas 3. Yaahh ternyata walaupun
Aya punya pacar kamu masih tetap saja perhatian padanya dan itu membuatku
semakin galau. Aku jadi susah konstrasi deh kalau mau belajar aku malah ngebuat
sketsa wajah kamu, kelihatannya aku udah mulai gila deh.
Akhirnya aku menceritakan semua
keluh kesahku pada Lina sahabatku, dia sih sempat marah karena aku terlambat
menceritakan perasaan yang kupendam selama ini untuk kamu. Tapi akhirnya dia
mengerti, dia malah memberiku pilihan yang pertama aku berjuang untuk
mendapatkan cinta kamu atau pilihan kedua yaitu melupakanmu alias move on tapi
aku bingung memilihnya.
Menuju ke kelas 3 semuanya semakin
memburuk karena Aya menjalani LDR dengan pacarnya. Aku berpikir dengan begitu
kalian berdua akan lebih leluasa untuk jalan berdua lagi dan semua itupun benar
adanya. Kamu jadi jarang masuk di ekskul melukis kamu malah sibuk nemenin Aya
dan teman-teman populernya untuk ke sana ke mari. Kamu sih cuman selalu bilang
kalau kalian berdua itu bersahabat makanya sering jalan bareng tapi buat
orang-orang yang gak tahu kalau Aya udah punya pacar pasti menganggap kalau
kalian pacaran.
Aku mulai semakin menggila setiap
hari kerjaku cuman menggambar, melamun dan mendengarkan lagu-lagu galau terus. Dan
akhirnya muncullah seorang adik kelas yang sering memberiku film dan drama
korea. Kami menjadi semakin akrab dan dia sedikit bisa menghiburku dengan
tingkah lucunya, akupun akhirnya curhat juga dengan dia tentang perasaanku
padamu. Dan sama juga seperti Lina sahabatku dia memberi komentar yang hampir
sama hanya saja penyampaian anak ini lebih lucu dan lebih masuk akal. Kalau suka
ya bilang dong kak atau Move on aja dech abis kakak kayak gak ada usahanya dech
cuman terus berharap agar si doi bisa tahu perasaan kakak, itu yang selalu
diucapkan oleh anak itu. Benar juga sih yang dia bilangin tapi mana mungkin aku
harus mengungkapkan perasaanku ke kamu sedangkan kamu sendiri sepertinya punya
perasaan sama Aya ya mungkin kamu cuman gak enak aja bilang kalau kamu suka
sama dia karena dia udah nganggap kamu sebagai sahabat terlebih lagi dia juga sudah punya pacar.
Aku
memilih untuk berusaha move on. Hari ini kamu akhirnya masuk ekskul kamu duduk
di sebelah tempat kesukaanku tapi untuk hari ini aku memilih untuk duduk di
tempat lain saja karena aku sudah berkomitmen untuk move on. Perlahan namun
pasti aku semakin menjauh dari kamu dan membuka hati untuk orang lain yang
selama ini suka sama aku. Aryo, anak yang slama ini memerhatikanku selama masuk
di ekskul melukis, dimulai dari sering ngechat sampai smsan sama dia lalu pada
akhirnya sepulang kegiatan ekskul Aryo menawariku tumpangan untuk pulang dan
tentu saja aku tidak menolak karena aku tidak dijemput oleh papa hari ini. Kamu
hanya tersenyum ketika kamu lewat di depan kami.
Awalnya aku sempat berhasil
menghilangkan kamu dari pikiranku karena kehadiran Aryo tapi perlahan namun
pasti kebiasaan yang dulu kembali lagi, karena aku gak ngerasain ada feeling
sama cowok yang lain selain kamu. Di lapangan sekolah aku sempat melihat kamu
sedang membuat sketsa wajah perempuan tapi aku tidak begitu jelas melihat wajah
itu yang ku lihat hanya gambar seorang
perempuan yang memiliki rambut yang panjang dan aku langsung saja berpikir
kalau itu sketsa wajah Aya.
Ujian Akhir semakin dekat mama dan papa
semakin menjadi, setiap hari aku disuruh belajar tapi mau bagaimana lagi aku
gak bisa konsentrasi karena teringat kamu lagi dan lagi bahkan sampai UNpun
tiba aku tetap susah konsentrasi belajar karena ingat kamu, tapi aku harus
bagaimana lagi aku gak bisa move on dan untuk ngakuin perasaan aku juga pesimis
karena aku gak ada apa-apanya kalau dibandingin dengan Aya cewek pujaan kamu.
Aku jadi sering menghindar dan berusaha untuk belajar walaupun itu sangat
sulit.
UN berlalu sekarang tinggal menunggu
hasilnya. Alhamdulillah kita semua lulus. Di malam setelah pengumuman hasil UN
aku sempat sedih juga sih karena harus berpisah dari semua teman-teman terlebih
lagi kamu.
Khayalan ku tentang masa lalu kita
buyar ketika mama mengetuk pintu kamar.
Tokk..tokk.tokk.
“Nak ayo makan malam sudah siap”.
“Ohhh
iya Ma tunggu sebentar”. Jawabku
Di meja makan terhidang makan yang
banyak.
“
Pa kok makanannya banyak banget yach? “. Tanyaku
“Kata
mamamu sih anggap aja ini pesta perayaan kelulusan kamu”. Papa menjawab dengan
tersenyum
“Lahh
kalau mau ngerayaain kelulusan tuh seharusnya saat seteleh pengumuman kelulusan
bukannya setelah perpisahan sekolah begini sekalian aja pas aku masuk perguruan
tinggi bikin perayaannya”. Sindirku
Papa dan Mama pun hanya tertawa
kecil. Sambil makan Mama malah melanjutkan percakapan tadi sore sepulang kami
dari acara perpisahan sekolahku.
“
Pa tahu tidak anak kita ternyata sombong juga yah” Ujar mama.
“Maksud
Mama apa?” tanya Papa
“ Tadi ada cowok yang manggil-manggil dia
tapi malah dicuekin Pa”.
“
Ahh masa sich ma anak kita kayak gitu?”.
“ Ihhh mama aku kan gak denger kalau ada
yang manggil aku” aku menjawab dengan harapan mama berhenti membahas ini.
“
Masa sih kamu gak deket orang dia duduk gak jauh dari kamu, mama aja yang udah
tua gini masih bisa denger dengan jelas”.
“ Serius ma aku gak denger”.
Alhamdulillah
mama tidak melanjutkan pembicaraan ini karena telepon rumah tiba-tiba saja
bordering. Setelah kenyang aku langsung menuju ke kamar dan merebahkan tubuh di
tempat tidur. Aku terpikir kembali dengan sikapku di perpisahan tadi. Terbayang
suasana perpisahan tadi, kamu duduk di belakang tak jauh dari tempat dudukku
sambil memanggil-manggil namaku. Leherku rasanya berat untuk menoleh walaupun
aku tahu benar bahwa kamu yang memanggil-manggil namaku.
Saat
mau pulang aku melihat kamu membawa sebuah kertas gambar dengan diikat pita aku
rasa itu pasti sketsa wajah yang waktu itu kamu buat dan itu sudah pasti untuk
Aya. Ketika di gerbang aku melihat kamu dan teman-temanmu yang lain sedang
berfoto-foto, apa mungkin karena kamu mendapati aku memerhatikan kamu, kamu
langsung saja berteriak memanggil namaku. Karena salah tingkah dan malu aku pun
langsung saja berlari seakan-akan aku tidak mendengarmu.
Aku
yakin pasti kamu marah atau mungkin kecewa dengan sikap itu tapi seandainya
saja kamu tahu alasan aku. Aku cuman berusaha menghindar agar aku tidak selalu
menunggu harapan palsu darimu karena dengan semua kebaikan dan keramahanmu
padaku hanya selalu membuatku merasa ada harapan untuk kita bisa bersatu.
Sebelum
tertidur aku sempat smsan menceritakan kejadian di perpisahan sekolah tadi pada
si adik kelasku. Mataku jaid semakin berat dan aku pun mengatakan “aku suka
sama kamu Rio, seandainya kamu tahu.”
Langganan:
Komentar (Atom)



